Kegiatan Saya Selama Ospek/Pemaru di STIE-STMIK IBBI MEDAN
Nama Saya Andi Mandiri, saya adalah calon mahasiswa baru di STIE-STMIK IBBI gelombang ke 3, seperti di perguruan tinggi lain setiap tahunnya selalu diadakan Ospek bagi calon mahasiswa baru begitu juga di IBBI, tetapi di IBBI dikenal dengan istilah PEMARU (Penerimaan Mahasiswa Baru).
Hari pertama kegiatan PEMARU gelombang ke 3 diadakan di kampus Diamond IBBI, semua calon mahasiswa termasuk saya berkumpul dihalaman parkir Kampus Diamond IBBI. hari itu saya hampir telat. Oleh karena itu saya terpaksa harus berkeliling sebentar untuk mengetahui di mana kelompok saya berkumpul. Setiap kelompok telah di bagi sebelumnya oleh pihak IBBI sesuai Gelombang dan kelompok. Tiap2 anggota kelompok memiliki nama samaran masing, dan saya tergabung dalam kelompok “Dunia Maya” dengan nama samaran “Google”.
Kemudian kami di kumpulkan ke Aula Kampus IBBI. kami semua di ajarkan beberapa permainan dan juga dilatih untuk menjalankan kedisiplinan, para panitia pun tak segan-segan memberikan hukuman bagi siswa yang tidak disiplin dan di anggap tidak mematuhi peraturan. Dan kami juga di berikan bimbingan untuk menyanyikan lagu “Mars IBBI” dan beberapa lagu lain untuk mendukung upacara PEMARU yang akan di laksanakan hari itu juga.
Para panitia melatih kami agar mengerti isyarat-isyarat untuk pelaksanaan upacara itu berlangsung, tetapi ketika menyanyikan “Mars IBBI” agak terasa sulit karna ketidak hafalan dengan liriknya dan juga tempo yang belum terlalu saya pahami. Tetapi itu saya coba rileks saja.. toh masi banyak juga “mungkin” mahasiswa lain yang merasa sama seperti saya. Setelah upacara selesai lalu di lanjutkan dengan kata sambutan yaaaaaaaaaaaang sangat lama, sampai akhirnya di penghujung acara itu, kira-kira pukul 16.00 WIB lewat. Seorang panitia melakukan beberapa trik sulap dan hipnotis. Saya sedikit gugup meskipun akhirnya saya lega (untung saja saya tidak kena hipnotis. Hehe.. :D), dan itu menjadi hiburan penutup di hari pertama PEMARU.
Keesokannya hari ke 2 kami di haruskan tiba pukul 6 pagi di STIE-STMIK IBBI kampus diamond. Memang sulit rasanya, tapi dengan kemauan tinggi saya pasti bisa !! akhirnya sebelum jam 6 saya sudah tiba di KAMPUS IBBI meskipun pagi itu hujan.
Kemudian kami berkumpul lagi di halaman IBBI untuk di beri pengarahan oleh PANITI PEMARU. Disitu juga terlihat beberapa hukuman yang diberikan kepada calon mahasiswa yang tidak disiplin dan tidak menaati peraturan Panitia. Setelah acara sarapan kami semua diarahkan menuju ke mobil dari KODAM yang sudah disiapkan untuk mengantar saya dan teman-teman menuju KAMPOENG STAKOTOE di Pancur Batu.
Setibanya di sana di adakan upacara penyerahan peserta Pemaru kepada pihak Kampoeng Stakotoe. Setelah upacara selesai kami di arahkan lagi menuju tenda-tenda tempat yang akan kami jadi kan tempat istirahat malam nanti, kemudian kami kembali ke lapangan, kemudian diadakan permainan-permainan ringan lalu di adakan pemecahan kelompok yang di buat Dari IBBI menjadi kelompok-kelompok baru. Mungkin hari itu menjadi hari tarsial saya. Setelah saya dapat kelompok baru, saya ditunjuk menjadi “Leader” atau “Pemimpin Kelompok”. Setelah itu kami di arahkan kembali menuju ke permainan-permainan air yang ada di KAMPOENG STAKOETOE.. hari itu kami benar-benar melelahkan, apalagi bagi leader serasa bagaikan PRT (Pembantu Ramah Tamah hahaha…) tapi disitu juga saya ambil kesimpulan, yaitu : manusia adalah mahluk sosial dan juga makhluk individu, serta kepemimpinan itu bukan dari bagaimana cara kita memimpin tapi bagaimana anggota yang kita pimpin bisa mengikuti kemauan yang kita perintahkan tanpa merasa keberatan.
Di siang hari kami berpencar untuk meminta tanda tangan dari masing-masing panitia, sangat merepotkan kebanyakan panitia “mentel-mentel” lari kesana lari kesini. Ada juga yang “marah-marah” huft.. serem.. grrrrrrrr… tetapi itu tak mematahkan semangat. Kegiatan hunting tanda tangan terus dilakukan hingga kegiatan outbond kami di lanjutkan kembali. Hari itu outbond yang kelompok saya laksanakan adalah Water Game and Soil Game.. badan ini jadi penuh lumpur.. tapi tetep seru…
Di ujung sore sebelum menuju ke tenda masing-masing saya dan teman-teman diharuskan terlebih dahulu melewati kubangan Lumpur yang “katanya” telah di isi lintah. Tetapi saya tidak gentar karna dari kecil saya sudah sering bermain-main dengan lintah, cacing, kodok, segala jenis hewan yang bagi orang menakutkan atau menggelikan lah. Tetapi sebelum tiba di sana. Salah satu anggota saya ada yang pingsan, jadi sebagai leader tugas saya adalah mengamankan anggota yang pingsan itu agar bisa di tangani oleh panitia, anggota saya langsung saya angkat menuju panitia. Setelah di tangani panitia saya kembali ke pasukan saya untuk melanjutkan perjalanan melewati lumpur. Tidak sulit sih. Tetapi kebanyakan anggota saya pada takut dengan lintah, jadi mereka menjerit-jerit hysteris.. Arggggggh…Arghhhhhhh..hahahaha… saya hanya bisa tertawa.
Dan akhirnya kami membersihkan diri masing-masing di kamar mandi yang di sediakan. Meskipun tidak bersih-bersih sangat.. yang penting badan sudah terasa nyaman untuk pergi menuju DreamLand.. eittttttssss tunggu dulu.. sebelum tidur kami diharuskan mengikuti acara “Renungan Malam”.. malam itu kami dikumpulkan kembali di aula Kampoeng Stakoetoe dan di beri pengarahan. Setelah itu kami di giring ups salah.. maksudnya di arahkan menuju salah satu kolam air luas. Disana masing-masing peserta di biarkan merenungi kesalahannya. Tetapi saya tidak bisa. Disana saya hanya merasa bosan. Saya pun tidak mendengar apa yang di katakana oleh panitia. Mungkin karna hati saya tidak tersentuh. Tetapi malam itu tetep asik. Lagipula saya bukan seorang yang penakut. Ditengah hutan yang gelap sendirian pun saya berani. Hehe….
Yah sudah lah.. kami lanjutkan ke tenda masing-masing dan tidur.. zZZzzZZZZZZZ.. sampai akhirnya terbangun pukul 5 pagi. Kami di arahkan kembali ke Aula. Oy saya lupa.. salah satu panitia berkata “ Dek.. ga usah mandi.. cuacanya dingin sekali jadi cuci muka aja” hmph.. ya sudah lah saya cuci muka saja..dan berganti pakaian lalu kembali lagi ke Aula Kampoeng Stakotoe.. disana kami di arahkan untuk Outbond kembali hari ini kami outbond permainan udara.
Awalnya kami di arahkan menuju permainan yang mengharuskan penggunaan cara berfikir yang berbeda. Memang sih sedikit bingung. Meskipun tidak berhasil yang penting kami sudah mengerti pola fikir yang dimaksudkan oleh panitia. Setelah permainan yang menantang pola fikir akhirnya kami di arahkan ke tantangan terakhir. Yaitu flying fox.. anggota kelompok saya sih hampir rata-rata ada yang takut. Terutama wanita. Hmph.. tetapi saya tidak karna dari kecil saya sudah biasa dengan ketinggian saat saya mandi di sungai belakang rumah saya saat banjir. Kami biasanya lompat dari jembatan ke sungai.. hehe… (mengingat masa lalu sedikit). Jadi ketika giliran saya menaiki flying fox.. rasanya biasa saja. Tidak ada yang menantang ketika saya di atas flying fox saya hanya bisa tersenyum.. 1 hal yang membuat saya gundah.. “kenapa flying foxnya kurang panjang dan kurang tinggi” hehe.. yang pasti hari-hari di kampoeng stakotoe sangat seru.. seru abis lah pokoknya.. sampai tiba saatnya pulang dan di jemput kembali dengan mobil dari KODAM. Di mobil pun kami masih bisa bersenda gurau meskipun keadaan sudah sangat lelah.
Dan setelah tiba di Kampus Diamond saya segera bergegas pulang kerumah.. meskipun sampai dirumah harus menyuci baju yang berlumpur.. tetapi kenangan ini ga akan terlupalah.. top lah pokoknya buat panitia PEMARU dari STIE-STMIK IBBI dan juga Panitia dari KAMPOENG STAKOETOE. Aseeekkk.
Cuma ini lah yang sangat berkesan dan selalu terkenang di ingatan saya saat masa-masa Ospek. Kalau begitu kurang dan lebihnya saya ucapkan maaf se maaf-maafnya. Akhir kata.. Wassalam.
Hari pertama kegiatan PEMARU gelombang ke 3 diadakan di kampus Diamond IBBI, semua calon mahasiswa termasuk saya berkumpul dihalaman parkir Kampus Diamond IBBI. hari itu saya hampir telat. Oleh karena itu saya terpaksa harus berkeliling sebentar untuk mengetahui di mana kelompok saya berkumpul. Setiap kelompok telah di bagi sebelumnya oleh pihak IBBI sesuai Gelombang dan kelompok. Tiap2 anggota kelompok memiliki nama samaran masing, dan saya tergabung dalam kelompok “Dunia Maya” dengan nama samaran “Google”.
Kemudian kami di kumpulkan ke Aula Kampus IBBI. kami semua di ajarkan beberapa permainan dan juga dilatih untuk menjalankan kedisiplinan, para panitia pun tak segan-segan memberikan hukuman bagi siswa yang tidak disiplin dan di anggap tidak mematuhi peraturan. Dan kami juga di berikan bimbingan untuk menyanyikan lagu “Mars IBBI” dan beberapa lagu lain untuk mendukung upacara PEMARU yang akan di laksanakan hari itu juga.
Para panitia melatih kami agar mengerti isyarat-isyarat untuk pelaksanaan upacara itu berlangsung, tetapi ketika menyanyikan “Mars IBBI” agak terasa sulit karna ketidak hafalan dengan liriknya dan juga tempo yang belum terlalu saya pahami. Tetapi itu saya coba rileks saja.. toh masi banyak juga “mungkin” mahasiswa lain yang merasa sama seperti saya. Setelah upacara selesai lalu di lanjutkan dengan kata sambutan yaaaaaaaaaaaang sangat lama, sampai akhirnya di penghujung acara itu, kira-kira pukul 16.00 WIB lewat. Seorang panitia melakukan beberapa trik sulap dan hipnotis. Saya sedikit gugup meskipun akhirnya saya lega (untung saja saya tidak kena hipnotis. Hehe.. :D), dan itu menjadi hiburan penutup di hari pertama PEMARU.
Keesokannya hari ke 2 kami di haruskan tiba pukul 6 pagi di STIE-STMIK IBBI kampus diamond. Memang sulit rasanya, tapi dengan kemauan tinggi saya pasti bisa !! akhirnya sebelum jam 6 saya sudah tiba di KAMPUS IBBI meskipun pagi itu hujan.
Kemudian kami berkumpul lagi di halaman IBBI untuk di beri pengarahan oleh PANITI PEMARU. Disitu juga terlihat beberapa hukuman yang diberikan kepada calon mahasiswa yang tidak disiplin dan tidak menaati peraturan Panitia. Setelah acara sarapan kami semua diarahkan menuju ke mobil dari KODAM yang sudah disiapkan untuk mengantar saya dan teman-teman menuju KAMPOENG STAKOTOE di Pancur Batu.
Setibanya di sana di adakan upacara penyerahan peserta Pemaru kepada pihak Kampoeng Stakotoe. Setelah upacara selesai kami di arahkan lagi menuju tenda-tenda tempat yang akan kami jadi kan tempat istirahat malam nanti, kemudian kami kembali ke lapangan, kemudian diadakan permainan-permainan ringan lalu di adakan pemecahan kelompok yang di buat Dari IBBI menjadi kelompok-kelompok baru. Mungkin hari itu menjadi hari tarsial saya. Setelah saya dapat kelompok baru, saya ditunjuk menjadi “Leader” atau “Pemimpin Kelompok”. Setelah itu kami di arahkan kembali menuju ke permainan-permainan air yang ada di KAMPOENG STAKOETOE.. hari itu kami benar-benar melelahkan, apalagi bagi leader serasa bagaikan PRT (Pembantu Ramah Tamah hahaha…) tapi disitu juga saya ambil kesimpulan, yaitu : manusia adalah mahluk sosial dan juga makhluk individu, serta kepemimpinan itu bukan dari bagaimana cara kita memimpin tapi bagaimana anggota yang kita pimpin bisa mengikuti kemauan yang kita perintahkan tanpa merasa keberatan.
Di siang hari kami berpencar untuk meminta tanda tangan dari masing-masing panitia, sangat merepotkan kebanyakan panitia “mentel-mentel” lari kesana lari kesini. Ada juga yang “marah-marah” huft.. serem.. grrrrrrrr… tetapi itu tak mematahkan semangat. Kegiatan hunting tanda tangan terus dilakukan hingga kegiatan outbond kami di lanjutkan kembali. Hari itu outbond yang kelompok saya laksanakan adalah Water Game and Soil Game.. badan ini jadi penuh lumpur.. tapi tetep seru…
Di ujung sore sebelum menuju ke tenda masing-masing saya dan teman-teman diharuskan terlebih dahulu melewati kubangan Lumpur yang “katanya” telah di isi lintah. Tetapi saya tidak gentar karna dari kecil saya sudah sering bermain-main dengan lintah, cacing, kodok, segala jenis hewan yang bagi orang menakutkan atau menggelikan lah. Tetapi sebelum tiba di sana. Salah satu anggota saya ada yang pingsan, jadi sebagai leader tugas saya adalah mengamankan anggota yang pingsan itu agar bisa di tangani oleh panitia, anggota saya langsung saya angkat menuju panitia. Setelah di tangani panitia saya kembali ke pasukan saya untuk melanjutkan perjalanan melewati lumpur. Tidak sulit sih. Tetapi kebanyakan anggota saya pada takut dengan lintah, jadi mereka menjerit-jerit hysteris.. Arggggggh…Arghhhhhhh..hahahaha… saya hanya bisa tertawa.
Dan akhirnya kami membersihkan diri masing-masing di kamar mandi yang di sediakan. Meskipun tidak bersih-bersih sangat.. yang penting badan sudah terasa nyaman untuk pergi menuju DreamLand.. eittttttssss tunggu dulu.. sebelum tidur kami diharuskan mengikuti acara “Renungan Malam”.. malam itu kami dikumpulkan kembali di aula Kampoeng Stakoetoe dan di beri pengarahan. Setelah itu kami di giring ups salah.. maksudnya di arahkan menuju salah satu kolam air luas. Disana masing-masing peserta di biarkan merenungi kesalahannya. Tetapi saya tidak bisa. Disana saya hanya merasa bosan. Saya pun tidak mendengar apa yang di katakana oleh panitia. Mungkin karna hati saya tidak tersentuh. Tetapi malam itu tetep asik. Lagipula saya bukan seorang yang penakut. Ditengah hutan yang gelap sendirian pun saya berani. Hehe….
Yah sudah lah.. kami lanjutkan ke tenda masing-masing dan tidur.. zZZzzZZZZZZZ.. sampai akhirnya terbangun pukul 5 pagi. Kami di arahkan kembali ke Aula. Oy saya lupa.. salah satu panitia berkata “ Dek.. ga usah mandi.. cuacanya dingin sekali jadi cuci muka aja” hmph.. ya sudah lah saya cuci muka saja..dan berganti pakaian lalu kembali lagi ke Aula Kampoeng Stakotoe.. disana kami di arahkan untuk Outbond kembali hari ini kami outbond permainan udara.
Awalnya kami di arahkan menuju permainan yang mengharuskan penggunaan cara berfikir yang berbeda. Memang sih sedikit bingung. Meskipun tidak berhasil yang penting kami sudah mengerti pola fikir yang dimaksudkan oleh panitia. Setelah permainan yang menantang pola fikir akhirnya kami di arahkan ke tantangan terakhir. Yaitu flying fox.. anggota kelompok saya sih hampir rata-rata ada yang takut. Terutama wanita. Hmph.. tetapi saya tidak karna dari kecil saya sudah biasa dengan ketinggian saat saya mandi di sungai belakang rumah saya saat banjir. Kami biasanya lompat dari jembatan ke sungai.. hehe… (mengingat masa lalu sedikit). Jadi ketika giliran saya menaiki flying fox.. rasanya biasa saja. Tidak ada yang menantang ketika saya di atas flying fox saya hanya bisa tersenyum.. 1 hal yang membuat saya gundah.. “kenapa flying foxnya kurang panjang dan kurang tinggi” hehe.. yang pasti hari-hari di kampoeng stakotoe sangat seru.. seru abis lah pokoknya.. sampai tiba saatnya pulang dan di jemput kembali dengan mobil dari KODAM. Di mobil pun kami masih bisa bersenda gurau meskipun keadaan sudah sangat lelah.
Dan setelah tiba di Kampus Diamond saya segera bergegas pulang kerumah.. meskipun sampai dirumah harus menyuci baju yang berlumpur.. tetapi kenangan ini ga akan terlupalah.. top lah pokoknya buat panitia PEMARU dari STIE-STMIK IBBI dan juga Panitia dari KAMPOENG STAKOETOE. Aseeekkk.
Cuma ini lah yang sangat berkesan dan selalu terkenang di ingatan saya saat masa-masa Ospek. Kalau begitu kurang dan lebihnya saya ucapkan maaf se maaf-maafnya. Akhir kata.. Wassalam.
Post a Comment